Laman

Rabu, 01 Mei 2013

kisah singkat ku

 
Aku merupakan anak yang paling dibanggakan dalam keluarga karna aku sering mendapat peringkat meski waktu SD/SMP/SMK.  Sejak dan smp aku dikenal pintar apalagi urusan matematika, padahal aku sangat pemalas dalam menghafal . aku Cuma cepat dalam memahami pelajaran/contoh soal yang diajarkan oleh guru dan pada saat dikasih tugas atau disuruh mengerjakan kedepan aku pasti bisa tapi jangan suruh mengerjakan soal yang diajarkan 2 minggu lalu. Aku bakal angkat tangan karna tidak pernah menghapal kecuali pas ujian akhir.
Dari SMP nilai raporku tidak pernah mengecewakan mereka begitu juga dengan SMK, Kecuali waktu kelas 3 smt 2. Aku sengaja tidak membawa pulang rapor ku karna nilainya sangat hancur. Kalo tidak salah waktu itu dari peringkat 6 menjadi peringkat 26. Aku tidak memberitahu mereka karna takut merka kecewa.
Setelah tamat SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan, sama seperti saudara-saudaraku yang lain, aku tidak bisa melanjutkan kuliah meski waktu itu hutang kami sudah lunas karna kasian juga meliahat orang tua yang baru bebas dari lilitan hutang aku memutuskan untuk menganggur selama setahun dan membiarkan mereka menikmati rasa lega mereka. saat menganggur aku punya ide membuat WARUNG PS2.
Ini adalah PS2 partama ku yang sangat ku banggakan. Aku merencanakan usaha ini sampai gak bisa tidur nyenyak selama seminggu. Aku meminta ORTU agar tidak lagi membuka warung kopi yang sudah ada sejak puluhan tahun karna aku kasian melihat mereka yang tidur larut malam dan harus bangun pagi untuk pergi kerja ke kebun. sedangkan penghasilan warung kopi orang tua berapalahh, gak sebanding dengan ksehatan yang di korbankan.
Karna ORTU sangat percaya padaku warkop pun ditutup dan aku pun harus berpikir mau di buat apa di tempat yang cukup luas dan meja kursi yang cukup banyak. Aku melihat semua kawan-kawan di kampung hampir tiap malam antri untuk bermain PS2, dan dari itu aku beranikan diri untuk membuka WARUNG PS2 dengan mengkredit ke Namlis(Tukang Kredit alat elektronik) dengan total kriditan 2.600.000 dan harus dilunasin selama 5 bulan ( tanpa uang muka).
Untuk mengenbangkan usahaku dengan cepat aku bekrja sebagai gajian di kebun orang, pekerjaan kami biasanya menebas kayu-kayu/rumput di lahan yang udah lama gak diurus. Sehari bekerja (09.00-16.30) kami hanya mendapat gaji  Rp:70.000 perharinya. Untuk menebas aku membeli parang yg panjang khusus buat menebas. Dalam bekerja kakiku beberapa kali kena parang dan menimbulkan luka, ada yang cukup dalam dan ada juga hanya sedikit tergores. Selama bekerja biasanya salah seorang pemiliknya ikut untuk memastikan kami bekerja dengan maksimal dan tidak sering santai karna klo pemiliknya tdk ikut kami biasanya sering istirahat dan pulang sebelum waktunya (KORUPSI WAKTU). Karna masyarakat udah mengenal pekerjaan kami (aku dan sakti ) sebagai TIM penebas, setiap hari kami salu ada panggilan untuk bekerja bahkan ada lalanya jadwal FULL satu minggu kedepan. Dari uang itu saya dengan cepat meningkatkan usaha saya. Waktu saya bekerja (pagi-sore) usaha diambil alih oleh adik/abang dan hasil dibagi 2. Untuk malam aku sendiri yang ambil alih.
Selain panggilan harian, saya punya jadwal tetap di kebun udak M Yunis (sudah meninggal tahun 2011) yaitu selama 3 hari dalam seminggu dg gaji yg kecil (Rp:50.000/hari x 3 = 150.000/minggu). Setelah beliau meninggal aku bekerja dengan hati tanpa pengawasan dari siapapun. Di kebun sawit seluas itu hanya dikelola oleh 2 orang yaitu Sakti kawan satu timku( dia ambil alih kebun dg sistim bagi hasil setelah suami dari yang punya kebun meninggal) dan aku yg punya jadwal 3 hari seminggu untuk membersihkan kbun tersebut sedikit demi sedikit.
Karna tidak ada pengawasan kadang kerjaan ku disana Cuma tiduran dan mendengar music menunggu sore dan pulang. Paling hanya kerja maksimal saat panen yaitu 2 kali seminggu.., waktu panen gajiku tetap meski banyak atau sedikit hasil panen, kalau dihitung-hitung aku memang sangat rugi, tapi kalau dipikir kembali karna kadang kerjaan ku Cuma tidur aku tidak rugi sama sekali.
 
Setelah aku sudah punya 3 set PS2, aku pensiun dari tim kami. Saat ada orang yang mengajak untuk bekerja saya selalu berkata “ maaf, saya sudah pensiun” wkwkwkwk
Saya takut cadangan tenaga saya habis dan sakit-sakitan atau tidak bisa lagi bekerja pas tua nanti.., dengan 3 set PS2 itu dioperasikan dengan maksimal saya sudah bisa mengembangkan usaha saya dengan cepat dan dapat menyinpan uang untuk modal kuliah.
 Aqu mengubah 180 derajad kursi2 dan meja2 yang ada dan menjadikannya senyaman mungkin. Meja yg cukup lebar dan panjang kusatuin dan ku rendahi sehingga menjadi tempat duduk-duduk yang nyaman. ORTU tidak melarang sedikitpun karna semua udah diserahin padaku. Dengan modal martil,paku, gergaji dan imajinasi semua berubah dalam 1hari.
Seperti   perkiraan sebelumnya, usaha berjalan lancar dan banya yang antri untuk bermain kar
na dirumahku adalah tempat anak2 biasa main
dan nonton TV. Karna semangat yg tinggi saya
melunasi PS2 sebelum waktunya dan meminta satu
SET lagi dan terus begitu sampai 4 set PS2. Bukan sombong, waktu itu aku banyak duit karna hasil 100% masuk ke kantongku karna tidak ada campur tangan ORTU sedikitpun sampai 2012 saya kuliah di UNSYAH dari duit yang saya kumpulkan dan warung PS2 dipegang kendali oleh adik dan aku hanya mendapat bagian dari hasilnya untuk kebutuhan hidup di banda aceh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar